Upaya reformasi birokrasi di Purbalingga

Upaya reformasi birokrasi di Purbalingga -Bupati Drs H Sukento Rido Marhaendrianto meminta kepada para PNS untuk mendukung reformasi birokrasi. Salah satunya dengan mengaplikasikan Purbalingga Emas dan tagline yang ditetapkan Pemprov Jateng: Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi.

“Saya mohon agar kita semua mendukung reformasi birokrasi. Sehingga tagline : Mboten Korupsi Mboten Ngapusi bukan sekedar slogan,” ujarnya usai membacakan Sambutan Gubernur pada Upacara Peringatan Hari Jadi Jawa Tengah di Halaman Pendopo Dipokusumo, Jumat (15/8).

Menurut Sukento, salah satu poin Purbalingga EMAS, yakni Manajemen yang Baik, dapat dijadikan salah satu pemacu terciptanya reformasi birokrasi yang telah disepakati. Sukento juga meminta semua pihak untuk bekerja sebaik-baiknya dan tidak tergiur untuk berbuat curang meski kesempatan terbuka luas.

Trisakti Bung Karno
Saat membacakan Sambutan Gubernur Jawa Tengah, Sukento mengatakan bahwa Pembangunan di Jawa Tengah seharusnya tetap dengan berpedoman pada Trisakti Bung Karno. Yaitu, berdaulat pada bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

“Ketiganya sangat penting agar negara ini tidak dikendalikan bangsa lain,” tegasnya.

Sukento mengatakan, Gubernur meminta agar import dapat dikendalikan. Apa yang bisa dipenuhi oleh bangsa sendiri, tak ada alasan harus import. Untuk semakin memperlancar kedaulatan ekonomi ini,  Pemprov Jawa Tengah akan terus mendukung dengan peningkatan infrastruktur.

“Pada tahun 2014, alokasi anggaran untuk infrastrukur mencapai 1,2 triliun rupiah. Targetnya, 2015 mendatang untuk infrastrruktur bisa meningkat menjadi 2,1 triliun rupiah. Harapannya, kita tak kalah dengan provinsi tetangga,” imbuhnya masih dalam membaca Sambutan Gubernur